Selasa, 02 Juni 2009

Waspadai Gelandang John Tarkpor



SEBENARNYA ada kekhawatiran, permainan Persib saat melawan Persitara malam ini, sedang dalam grafik menurun. Setelah sebelumnya menjalani serangkaian pertandingan cukup padat, puncak penampilan terbaik Persib terlihat ketika melibas Deltras 6-1. Setelah menemukan kondisi puncak, biasanya grafik mulai menurun.

Banyak faktor, di antaranya adalah soal kelelahan dan pemain cepat berpuas diri apa yang telah dicapai sebelumnya. Dua faktor itu sebenarnya bisa menghinggapi Persib. Soal kelelahan sudah pasti karena Persib main secara maraton dalam seminggu bisa mencapai tiga kali dan sekarang melawan Persitara di Lamongan. Kemudian, euforia kemenangan dengan skor besar bisa membuat pemain lupa diri.

Namun, tim pelatih pasti sudah memahami situasi seperti itu sehingga mereka bisa memberikan motivasi agar pemain tetap dalam kondisi siap tempur merebut kemenangan. Peluang Persib mempertahankan kondisi puncak cukup terbuka. Dengan absennya beberapa pemain inti langganan starter karena cedera dan akumulasi kartu kuning, membuat Jaya Hartono akan menurunkan pemain baru lebih segar secara fisik.

Kondisi itu yang membuat Persib bisa lebih bergairah kembali. Namun, pemain yang baru tampil lagi ini harus bisa membuktikan kualitasnya. Jangan sampai mereka ikut terbawa lemas oleh pemain lain yang masih dilanda kelelahan. Pemain pengganti (baru) ini diharapkan bisa memompa semangat pemain inti lain. Salim Alaydrus, Zaenal Arif, Waluyo, berpeluang tampil. Siswanto bisa ditarik ke tengah mengisi posisi yang ditinggalkan Cabanas.

Persitara memiliki seorang pengatur serangan cukup pintar, John Tarkpor Sonkaliey. Gaya main dia mirip seperti Zah Rahan, geladang Sriwijaya FC. Visi permainannya sangat jelas. Ia pintar mengatur tempo permainan. Oleh karena itu, perlu ada pengawalan khusus bagi dia. Hariono yang selama ini cukup kuat mematahkan serangan dari tengah, bisa mendapat tugas khusus "mematikan" Tarkpor. Jika dia bisa dimatikan, serangan Persitara akan pincang.

Selama ini, duet Persitara, Kabir Bello dan Rachmat Rivai masuk sebagai salah satu pemain tersubur karena dimanjakan dengan umpan-umpan matang dari Tarkpor.

Dari kubu Persib, Eka Ramdani untuk lebih pintar dalam mengatur tempo permainan. Jangan mudah terbawa arus bermain cepat. Serangan jangan mengandalkan dari tengah karena Persitara memiliki pertahanan cukup kokoh. Serangan yang disusun memanfaatkan lebar lapangan (sayap) merupakan celah membongkar pertahanan menjadi terbuka.

Jika Siswanto di tempatkan di tengah, Salim atau Irwan Wijasmara di sayap kiri, diharapkan lebih berani melakukan aksi individu membuyarkan konsentrasi pemain belakang Persitara.

Oleh ASEP SUMANTRI